Asallamuallaikum,
“pengobatan cara Nabi
memiliki perbedaan dibanding dengan metode pengobaatan lainnya. Karena
metode
ini bersumber dari wahyu, misyakat kenabian
dan akal yang sempurna, maka tentu memiliki derajat kepastian yang
menyakinkan
di samping memiliki nilai keilahian, berbeda
dengan metode pengobatan lainnya yang umumnya hanya berdasarkan pikiran,
dugaan
atau pengalaman semata-mata.”
[Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah, dalam Zaadul Ma'ad IV hal.33]
|
||
|
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Minggu, 14 Juli 2013
Tibun Nabawi (pengobatan Cara Nabi) 1
Senin, 10 Juni 2013
Nikmat Sehat
Nikmat Sehat
Suatu ketika Rasulullah SAW berpesan kepada Ibnu
Abbas tentang dua kenikmatan yang sering membuat manusia lupa, lalai,
dan tertipu. Beliau, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan Imam
Bukhari, mengistilahkan orang-orang seperti itu sebagai maghbun, yaitu
mereka yang sering melupakan atau meremehkan kondisi sehat dan
kesempatan (waktu luang).
Sabda Rasulullah SAW, ''Kondisi sehat dan kesempatan
luang adalah dua nikmat yang Allah SWT berikan kepada manusia, namun
sering mereka lupakan.'' Dari hadis ini, ada dua pesan yang Nabi SAW
sampaikan.
Pertama, manusia hendaknya selalu menyikapi segala
keadaan yang mereka alami sebagai nikmat dari Allah SWT. Karena itu,
mereka mesti menyadari bahwa ada sesuatu yang harus dilakukan sebagai
wujud rasa terima kasih kita kepada pemberi nikmat itu.
Ketika sehat, kita sebetulnya ditegur untuk selalu
ingat bahwa kesehatan adalah nikmat luar biasa. Dengan demikian, kita
akan selalu menggunakan kesehatan yang kita miliki untuk makin
meningkatkan ketaatan kepada-Nya.
Kedua, manusia hendaknya selalu mengoptimalkan
kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal yang positif bagi dirinya
dan orang lain. Karena, kebanyakan manusia terlalu sibuk dengan
urusan-urusan duniawi hingga melupakan hal-hal yang berkaitan dengan
akhirat. Seakan tidak ada waktu untuk beribadah kepada Allah SWT, yang
ada adalah waktu untuk memperoleh materi duniawi.
Hal demikianlah yang sangat Rasulullah khawatirkan.
Kesehatan dan kesempatan adalah dua hal utama yang sering membuat
manusia melupakan Allah SWT. Inilah yang disinyalir oleh ulama besar
Ibnu al-Jauzi, ''Terkadang manusia itu sehat, tapi tidak memiliki
kesempatan luang karena kesibukannya dengan urusan dunia. Ada juga yang
memiliki kesempatan luang, namun tidak sehat. Ketika dua hal ini ada
pada diri manusia, ternyata membuat mereka malas untuk taat kepada
Allah, maka inilah orang-orang yang maghbun.''
Ketika mengomentari istilah maghbun ini, ulama Ibnu
Baththal mengatakan, ''Maksud hadis yang Nabi SAW sampaikan ini adalah
bahwa seseorang yang mensyukuri kesehatan dan kesempatan yang Allah SWT
berikan, dengan melakukan apa yang Allah SWT perintahkan dan menjauhi
segala hal yang dilarang-Nya, maka ia tidak termasuk golongan
orang-orang yang maghbun.''
Kita tentunya tidak ingin termasuk dalam golongan
orang-orang yang Rasulullah SAW sebut sebagai orang-orang yang maghbun.
Yaitu, orang-orang yang sama sekali tidak memahami hakikat kesehatan
yang dimilikinya, sehingga tidak mensyukurinya. Juga orang-orang yang
tidak dapat memanfaatkan waktu luangnya untuk semakin menambah kataatan
kepada Allah SWT.
Manusia yang cerdas akan memahami itu semua sebagai
sebuah kenikmatan yang menyadarkannya. Kenikmatan yang disyukuri dalam
bentuk amalan nyata lahir dan batin, akan mengantarkan manusia menjadi
orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Kesehatan dan
kesempatan luang yang dimiliki justru akan dipahami sebagai sebuah
kesempatan emas untuk meningkatkan nilai-nilai amal di hadapan Allah
SWT. Wallahu a'lam.
Selasa, 21 Mei 2013
Tentang al hijamah
"dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,"
[Asy Syu'araa (26): 80]
"…apa saja yang dibawa Rosul kepadamu, maka ambillah, dan apa saja yang
dilarangnya, maka tinggalkanlah…"
[Al-Hasyr (59): 7]
"Tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan menurunkan penawarnya."
[HR. Bukhari]
Hijamah atau bekam atau kop (dari bahasa Inggris: Blood cupping) adalah salah satu metode Thibbun Nabawwi - pengobatan yang dicontohkan Nabi.
Definisi Al-Hijamah, Bekam
Kata al-hijmu berarti pekerjaan al-hajjam, tukang bekam. Al-Hijmu berarti mengisap atau menyedot. Al- Hajjam sama dengan al-mashshash, tukang menghisap, tukang bekam.
Al- Mihjam atau al-mihjamah merupakan gelas yang digunakan untuk menampung darah yang dikeluarkan dari kulit pasien, atau gelas untuk menghimpun darah hijamah.
Kesimpulan definisi hijamah menurut bahasa ialah ungkapan tentang menghisap darah dan mengeluarkannya dari permukaan kulit, yang kemudian ditampung di dalam gelas mihjamah, yang menyebabkan pemusatan dan penarikan darah di sana, lalu dilakukan penyayatan kulit dengan pisau bedah, guna untuk mengeluarkan darah.
Bekam untuk Pengobatan
Para ahli sepakat bahwa pengobatan yang baik ialah pengobatan luar dalam.
Dengan dua terapi ini, herba dan bekam, merupakan kekuatan sinergis bila dipadukan, bekam sebagai terapi luar, dan herba sebagai terapi dalam yang tidak bisa disembuhkan dengan bekam.
Terapi bekam memungkinkan mengeluarkan darah kotor dengan cepat agar badan kita tidak lemah dan diserang penyakit. Darah kotor yang dikeluarkan tersebut bisa jadi mengandung toksid (racun) yang dapat menyebabkan statis darah (penyumbatan darah) bahkan diantara penyebab terjadinya penyakit. Sistem darah yang tidak berjalan dengan lancar, sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan baik itu fisik ataupun mental seseorang.
Darah yang diambil dengan Al Hijamah ialah darah yang berada dibawah lapisan jaringan kulit, kapiler, bukan pembuluh pena apalagi arteri. Karena kulit merupakan jaringan terbesar yang ada pada diri manusia yang disanalah beradanya sisa-sisa toksid dalam darah.
Sejarah Bekam
Terapi bekam itu telah dikenal bangsa-bangsa purba sejak kerajaan Sumeria berdiri, lalu berkembang di Babilonia, Mesir, Saba dan Persia. Namun, menurut As Suyuthi, bekam berasal dari Isfahan. Jadi, sebelum Rasul SAW diutuspun bekam telah ada.
Orang-orang Barat telah lama mengenal pengobatan dengan membuang darah, pada abad ke 18 mereka menggunakan lintah sebagai alat untuk berbekam. Pada suatu waktu Perancis pernah mengimpor 40 juta(?) ekor lintah untuk keperluan itu. Lintah-lintah itu akan dilaparkan terlebih dahulu dengan tidak diberi makan, jadi bila ditempelkan pada tubuh manusia dia akan terus menghisap darah dengan begitu sangat efektif. Setelah kenyang lintah itu tidak berusaha lagi untuk bergerak dan terus jatuh.
Rasulullah memilihkan, dengan wahyu dari-Nya, dari sekian banyak terapi yang ada pada waktu itu yaitu dengan terapi herba dan bekam. Beliau bahkan sangat menyenanginya. Terbukti dari seringnya beliau berbekam dan beliau mengungkapkan sebaik-baiknya pengobatan ialah berbekam (Lihat bagian hadits). Wallahu 'alam bish showab.
Hadits-hadits Tentang Hijamah
"Pengobatan yang paling utama yang kalian lakukan adalah hijamah."
Muttafaq Alaihi; Al Bukhary, 5696; Muslim,1577
"Dari Ibn ‘Abbas ra. Dari Nabi SAW telah bersabda : Kesembuhan (Obat) itu ada pada tiga perkara yaitu minum madu, berbekam dan berkay dengan api, dan aku melarang umatku berkay dengan api itu."
Shohih Bukhari dalam Kitab Ath Thib
Perbandingan antara Darah Pembuluh dengan Darah Hijamah
Al-Allamah Muhammad Amin Syaikhu, yang melakukan penelitian tentang hijamah
“Rahasia mekanisme kesembuhan karena hijamah terletak pada pembersihan tubuh dari darah kotor yang menghambat peranan tubuh dalam melaksanakan tugas-tugasnya secara sempurna, sehingga membuat tubuh itu menjadi sasaran empuk berbagai jenis penyakit.”
Untuk mengungkap makna ungkapan di atas (membersihkan tubuh dari darah kotor), sekelompok pakar laboratorium melakukan penelitian terhadap darah yang keluar karena hijamah, yaitu dari bagian pundak atau punggung atas. Mereka membandingkannya dengan darah alami dari pembuluh darah beberapa orang yang menjalani hijamah, sesuai dengan prinsip-prinsipnya yang benar, agar diketahui bagaimana hasil tes antara keduanya.
Dari pengujian dan tes ini dapat disimpulkan hasilnya sebagai berikut:
- Darah hijamah menghimpun sepersepuluh kadar sel darah putih yang ada dalam darah alami. Itu terjadi dalam setiap kondisi tes tanpa ada pengecualian. Hal ini menunjukkan bahwa hijamah dapat menjaga unsur organ immunity dan bekerja untuk menguatkannya.
- Pada puncak sel darah merah, maka semua sel darah merah memiliki bentuk yang ganjil. Artinya, ia tidak mampu melaksanakan tugasnya . Dari sini tampak jelas bahwa hijamah dapat menghilangkan sel-sel darah merah yang kotor dan darah yang tidak diinginkan keberadaannya, sehingga yang tersisa di tubuh adalah sel-sel darah putuih. Di satu sisi pengambilan darah secara langsung dari pembuluh darah dapat menghilangkan pembentuk darah yang bermanfaat (HDL), sementara sel-sel darah merah yang mestinya dibuang (LDL), masih tetap ada.
- Volume pengikat zat besi yang ada dalam darah hijamah sangat tinggi (550-1100). Ini menunjukkan bahwa hijamah mampu menyisakan zat besi didalam tubuh, tanpa keluar bersama darah yang dikeluarkan karena pengobatan dengan hijamah.
Khasiat Berbekam
Kebanyakan orang yang berbekam menyatakan tubuh mereka terasa jauh lebih ringan, hal ini dikarenakan peredaran darah menjadi lebih lancar setelah darah statisnya (penyumbatan darah) dikeluarkan. Darah tersebut warnanya hitam pekat dan menggumpal, seperti marus (darah yang diendapkan beberapa waktu).
Sebagian kecil penyakit yang Insya Allah dapat disembuhkan adalah sebagai berikut:
- Sakit kepala secara umum
- Pusing-pusing yang bersifat sementara
- Migran
- Hemiplegia (lumpuh separo)
- Perdarahan otak
- Bermacam sakit di wajah, seperti sakit gigi, telinga, mata, dan hidung
- Varises
- Rheumatik
- Low Back Pain
- Gout (encok)
- Hemorhoid (wasir)
- Haid tidak teratur
- Elephantiasis (kaki gajah)
- Sesak nafas
- Mata bengkak (exophtalmus, proptosis)
- Liver maupun limpa
- Enuresis (ngompol)
- Konstipasi/sembelit
- Furunkel/bisul.
Yang Pantang Berbekam
- Orang tua renta yang sakit tanpa daya dan upaya
- Penderita tekanan darah sangat rendah (dianjurkan minum habbatussauda).
- Penderita sakit kudis.
- Penderita diabetes mellitus.
- Perut wanita yang sedang hamil.
- Wanita yang sedang haid.
- Orang yang sedang minum obat pengencer darah.
- Penderita leukemia, thrombosit, alergi kulit serius.
- Orang yang sangat letih/kelaparan/kenyang/kehausan/gugup.
Anggota/Bagian Tubuh yang Tidak Boleh di-Bekam
- Mata, telinga, hidung, mulut, puting susu, alat kelamin, dubur.
- Area tubuh yang banyak simpul limpa.
- Area tubuh yang dekat pembuluh besar.
- Bagian tubuh yang ada varises, tumor, retak tulang, jaringan luka.
Waktu ber-Bekam
Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya.
Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan, karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak).
Anas bin Malik r.a. menceritakan bahwa :
"Rasulullah SAW biasa melakukan hijamah pada pelipis dan pundaknya.Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat dibutuhkan.
Beliau melakukannya pada hari ketujuhbelas, kesembilanbelas atau
keduapuluhsatu." (Diriwayatkan oleh Ahmad).
Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Akan ber-Bekam
- Perhatikan Kebersihan tempat & peralatan bekam.
- Pasien wanita dibekam oleh ahli bekam wanita dan pasien pria dibekam oleh ahli bekam pria.
- Pastikan silet/jarum yang dipergunakan untuk bekam MASIH BARU (masih disegel)
- Ahli bekam yang profesional TIDAK AKAN MEMAKAI/MEMPERGUNAKAN KOP/ALAT BEKAM YANG TELAH DIPAKAI OLEH PENDERITA HEPATITIS karena dapat beresiko menulari pasien lainnya. Oleh karena itu pasien hepatitis akan diminta untuk membeli kop/alat bekam sendiri dan khusus dipakai oleh pasien tsb setiap kali berbekam.
- Bekam sebaiknya dalam keadaan perut kosong atau 2 jam setelah makan.
- Sebelum dibekam biasanya pasien diperiksa tekanan darahnya terlebih dahulu. Pada orang yang tekanan darahnya rendah, bekam tidak dilakukan dengan banyak titik sekaligus, melainkan secara bertahap sehingga memakan waktu lebih lama daripada yang mempunyai tekanan darah normal.
- Minimal 2 jam setelah berbekam dianjurkan untuk tidak mandi karena pori-pori masih masih terbuka.
- Bila memungkinkan, carilah ahli bekam yang sekaligus memahami ilmu iridologi (dapat mendeteksi penyakit seseorang melalui pemeriksaan mata) dan pengobatan/terapi penyakit dengan herba (tumbuh-tumbuhan) sehingga selain dengan bekam dan pendeteksian penyakit dengan iridologi, maka pasien yang mengidap penyakit tertentu dapat segera dibantu pemulihan kesehatannya dengan dianjurkan mengkonsumsi herba.
| Griya Prajamukti B-5, RT 01, RW 04, Desa Gemeksekti, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia 54300 | |
Sumber:
Selasa, 08 Mei 2012
Sarang semut
Sejak ditemukannya kandungan dan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh seperti flavanoid, tokoferol, dan fenolik di dalam Sarang Semut, maka tumbuhan ini makin ramai diperbincangkan.
Kini, Sarang Semut sebagai obat herbal telah diteliti lebih lanjut
secara ilmiah oleh para peneliti untuk membuktikan khasiat tumbuhan yang
banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara ini.
Selain kajian ilmiah, banyak dari masyarakat pengguna Sarang Semut
telah mengakui keampuhannya dalam mengobati berbagai macam penyakit,
dari yang ringan hingga yang berat.
Meski Sarang Semut begitu ampuh, namun tak semua jenis Sarang Semut
bisa dikonsumsi sebagai obat herbal. Hanya ada dua jenis yang bisa
dikonsumsi oleh masyarakat Asia Tenggara dari lima genus Sarang Semut
yang tergabung dalam famili Rubiceae.
Kedua jenis Sarang Semut itu adalah Hydnophytum dan Myrmecodia. Hydnophytum yang memiliki 45 spesies digunakan oleh masyarakat Asia Tenggara sejak lama.
Di Jawa spesies Hydnophytum formicarum ini disebut Urek-urek Polo yang digunakan untuk sakit kepala dan pembengkakan. Sedangkan di Filipina air rebusan banghai, sebutan Hydnophytum formicarum,
digunakan untuk mengobati masalah liver dan pencernaan. Di Thailand,
Hua Roi Ru atau serbuk Sarang Semut dimanfaatkan untuk menyembuhkan
berbagai macam penyakit seperti cacingan, penyakit tulang, penyakit
kulit, penyakit paru-paru, dan sebagai ramuan untuk penyakit diabetes
serta tonik untuk jantung.
Untuk jenis Myrmecodia ada dua spesies yang digunakan untuk obat yaitu Myrmecodia tuberose dan Myrmecodia pendans. Pemanfaatan M.pendans telah lama diterapkan oleh masyarakat papua untuk mengobati berbagai penyakit.
Kepopuleran tiga spesies Sarang Semut di atas tidak lepas dari
kandungan yang super sebagai obat penyakit ringan dan bahkan obat
kanker. Jenis Sarang Semut tersebut memiliki kandungan antara lain:
- Flavonoid
Flavonoid sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas. Fungsi flavonoid adalah untuk melindungi struktur sel dan meningkatkan efektivitas vitamin C, antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikrorganisme seperti bakteri dan virus termasuk virus HIV dan herpes. - Tanin
Tanin berfungsi untuk mengendapkan protein berlebih dalam tubuh. Tanin digunakan untuk pengobatan diare, wasir, dan menghentikan perdarahan serta keputihan. - Polifenol
Polifenol digunakan untuk menstabilkan kadar gula darah dan anti mikroba. - Tokoferol
Tokoferol adalah antioksidan kuat yang dapat menghambat dan meredam radikal bebas hingga 50%. - Magnesium
Magnesium sangat berperan penting dalam penyakit yang berkaitan dengan fungsi tulang, hati, otot, keseimbangan basa dan lainnya. Ini membuktikan bahwa Sarang Semut dapat membantu mengatasi penyakit jantung, migrain, meningkatkan fungsi ginjal, prostat, dan mengembalikan stamina serta gairah seksual. - Mineral-mineral lainnya
Kandungan lain seperti kalsium (untuk kerja jantung), besi, fosfor, natrium, dan seng bermanfaat untuk penyembuhan luka, pembentukan hemoglobin, penyerapan kalsium, dll.
Dari ketiga jenis Sarang Semut di atas hanya Hydnophytum formicarum dan Myrmecodia pendans yang telah ditunjang oleh berbagai kajian ilmiah.
Meskipun peneliti LIPI telah membeberkan sejumlah fakta menyenangkan
tentang M.pendans namun mereka masih terus menelitinya. Kestabilan suhu
dan reaksi kimiawi antara senyawa yang dikeluarkan semut dengan zat yang
ada pada tanaman Sarang Semut disebutkan sebagai alasan mengapa Sarang
Semut begitu ampuh.
Minggu, 24 April 2011
Kesehatan
Tanpa disadari, setiap saat (24 jam sehari) racun selalu mengitari kita. Racun tersebut berasal dari makanan & minuman (pengawet, aroma, pewarna, penyedap rasa, dsb.), dari pencemaran asap pabrik, asap kendaraan, limbah industri, bahan-bahan kimia, dsb.
Apa efek dari racun tersebut pada tubuh kita?
Tubuh kita akan mengalami gangguan yang menyebabkan imunitas (daya tahan tubuh) kita menurun, sehingga mudah terserang berbagai macam penyakit. Sebenarnya jika daya tahan tubuh kita kuat, bibit -bibit penyakit (kuman, virus, bakteri, dsb) tidak akan mampu menyerang. Sesungguhnya sebab kita sakit bukan semata-mata serangan kuman, tapi lebih pada daya tahan tubuh yang lemah.
Ketika tubuh mengalami sakit, tentu kita ingin segera sembuh. Sehingga berbagai ikhtiar pun dilakukan untuk mendapatkan kesembuhan. Jika sakit yang diderita semakin berat terasa, maka upaya pengobatan lewat jalur medis biasanya akan memakan biaya yang tidak sedikit, bahkan seringkali tidak terjangkau oleh pasien. Pada akhirnya pasien banyak yang beralih ke pengobatan alternatif yang dikenal jauh lebih murah dan lebih aman karena tidak ada efek samping yang merugikan.
Langganan:
Postingan (Atom)
